Ragu
aku ragu,
jika aku jatuh,
apa genggaman tanganmu
akan slalu ada buatku?
Karena genggamanmu
pernah mengangkatku
waktu aku terjatuh
tapi genggamanmu juga
yang kadang menjatuhkanku
sempai aku
sulit berdiri.
Yogyakarta,
221108
tresna ps.
aku ragu,
jika aku jatuh,
apa genggaman tanganmu
akan slalu ada buatku?
Karena genggamanmu
pernah mengangkatku
waktu aku terjatuh
tapi genggamanmu juga
yang kadang menjatuhkanku
sempai aku
sulit berdiri.
Yogyakarta,
221108
tresna ps.
Adalah engkau berpeluh tanpa keluh
Langkah gontai sleimuti lapukmu
Beralaskan pekatnya butiran yang tak lagi ramah
Tak berhasrat mengundurkan diri
Berpayung terik beringin kuning keemasan
Tanpa berkesudahan
Badai lembut kerap kali menyapu jasadmu
Dalam kokohmu tiada bergeming
Dahsyat…
dan fana sementera pun seolah tunduk
Bersandarkan kerangkeng penuh kejam
Kau pacu tameng malaikat
Dilema rantai keriput seonggok mekarmu
Lebur dalam pacuan himpitan geram
Hantaman senja menggeluti masa rebahmu
Tak ayal gerogoti lepasmu
Disini mencerca,
disana terbuka bangga
Kian melambung ke awan
Justru menjurus ke alam
Memang disini rendah tak berbudi
Namun disana berpalingpun enggan
Pantaslah bila lutut tergadai
Hadapi gado-gado petuahmu…..
Yogyakarta,
kamis,
29 September ‘05
Tresna ps.
Kau terluka sayang??
Tuan hadir tanpa semilir
Tuan datang tiada bergeming
Secuil rasa…
Sampaikan angkuh antara kita
Tak sampai hati lantunkan benih benci
Berniat campakkan pun enggan
Sengajanya ukirkan sang mayang
Beradu buaian temaram
Disini galau tuan tak risau
Disini penat adakah tuan beranjak…???
Mengapa nian tuan ulurkan
Bila tuan hendak tinggalkan
Mohonkanlah hentikan…!!!
Tiadakah tertahankan ??
walau sesaat…
Sesaat saja, tiada niat berlama
Apa..!?
Tuan harapkanku berlutut
Sejauh itukah..!!??
Tenanglah ku berlaku..
Bila itu kepuasanmu,
”Selebihnya”
Karangsirna,
Desember ‘04
Tresna ps.
Kebencianku tentang jarak
Kebencianku tentang waktu
Kebencianku tentang air mata,
sesaat,
sekejap,
Tiba di sudut mata
Mengusik lelapnya imajinasi
Sibak aku
Sibak engkau
Hanyutkan kita ke lorong gelap
Jika kau gundah dimana aku??
Tengoklah mimpimu sayang
Aku hendak risau dimana engaku??
Kau tinggal di hatiku
Diam dan tetap seperti itu
Waktu berikrar, kita tersadar
Hanya ada berkisah
Di hadap
Di lampau
Indah tercium embun.
Yogyakarta,
07 Januari ‘08
tresna ps.
Hidup dipenuhi basa basi
Bermanis tutur berbuah air mata
Manakala kata cinta tak berasal dari cinta
Karena semua yang terkata
Sekedar rekayasa pikiran tak berakar dari nurani
Dimana ucap
dan laku tak lagi selaras
Sekedar menjaga citra diri
dan perasaan dia
Bibir berkata cinta
Hanya label dibalik kemunafikan
Bermakna jangan berharap banyak
Hingga tiba saat
Mengisi hari dengan format cerita
Hingar bingar tapi kesepian
Terbahak dalam rintih
Naifnya kerinduan akan masa nista terlintas
Masa dimana simpul terikat mati
Imbuhnya, aku rindu…
Yogyakarta,
September ‘05
Tresna ps.
Laut rindu gelombang
Riak airnya haus benturan
Gemercik parau melantun
Mendekam kelam
Kala malam selimutkan gulita
Harapku tetap mengunggu
Mata air sabarpun menitik kikis batu-batu angkuh
Melawan arus deras petuah
Menghempas mahkota hati di buritan
Tapi biduk kan kulabuhkan
Di dermaga pantai berhiaskan gemulai
Terkadang ingin sendiri melintasi awan sepi
Meski tubuh gontai
Bersama angin belas kasih
Hingga bulan susut
Menghujamkan pucat cahayanya
Meratap sunyi dalam puisi kelu
Rasaku akankah lunas
Di kuncup-kuncup penantian
Sepanjang usia jaman
Bahkan lebih lama mungkin
Bagai mentari tak temukan fajar
Renta dan mata rabun mengekor
Hanya harap kian pekat…
Yogyakarta,
19 pebruari
09.32 PM
Tresna ps.
Pastikan cintamu hanya hatiku
Kupastikan hatiku untuk cintamu
Biarkan berpijak
Di luasanya lautan kasih sayang
Maski selalu terpendam
Selalu terpendam
Setubuhi sukma lara
Dengan sepoinya angin kerinduan
Jagalah senantiasa
Semua rasa yang kian mengakar
Kokoh menggenggam perlahan
Hembuskan tentram
Menjalar penuhi angan
Usik pedih yang berlebih
Kuras derita yang membahana
Bertebarkan aroma duka
Dengan pelan membalut hingga larut
Tetaplah berjaga
Saat kupalingkan muka
Jangan bosan berdiri
Kala ku berlari menepi
Karena engkaulah sandaran jiwa
Yogyakarta,
19 pebruari ‘06
Tresna ps.
Kelakar setia hadir
Koyak bungkam dalam diam
Terjangkau sedu
Melilit rupa terjerumus
Kuat tercongkel lekat
Paruh bersekat parau
Bumbui riak desah
Kikuk rangkul nyala
Cedera lubuk tersentuh
Menggeliat di balkon kuyu
Payah berkelana
Putih, merah tuapun ada.
Yogyakarta,
01 september ‘06
di tengah keributan PIJAR
tresna ps.
Meringis bila hati teriris
Memekik bila kekasih mencekik
Tercabik pelik
terkoyak telak
Tak bernyawakah ia..??
Tak berbudikah ia..??
Teganya menyayat sesat
Gundahnya sang dara jelita
Memelas sekilas
terjerumus sejurus
Tersesat sesaat
terabaikan kian
Mengguris sadis bidadari suci
Di persinggahan abadi yang kian musnah susah
Tersentaklah…
sontak sang bidadari berlari…..
Dengan hati penuh benci…
Membawa raga terdera luka…
Lusuh,
kaku..
kaku..
kaku kelu…
Sedikitpun
Tanpa berpaling muka
Seabadinya cerca!!
Desember ‘04
Tresna ps.
Izinkan ku berlinang sejenak
Bersama pengejawantahan sukmaku
Tuk raih pengampunan -Mu
Utuslah malaikat-Mu
penuhi tebaran hawa
kedamaian…
Tuk turun taburkan rahmat-Mu
Setubuhilah jiwa kotor ini
Dengan semburat suci maaf-Mu
Bubuhkanlah benih iman berakar ketaqwaan
Biarkan telusuri raga hina
Menelusup…
terpendamnya lara terdahulu
Kegetiran pelik yang menelisik belantara maya…
Sirna terasa
bila Kau
Semayami aliran darahku senantiasa
mohonku !!!
Takkan terhentikan
pintaku !!!
Takkan kulemparkan
Wahai Kekasih Sejatiku
Ridhoi langkah kefanaanku
Sampai porsiku lepas…..
Karangsirna-Yogyakarta
(dalam perjalanan)
Januari ‘05
Tresna ps.