December12
Senja tlah karam
Menutup siang, membuka malam
Sesosok liar menyibak tirai peraduan
Hendak memoles riasan
Memadu-padankan helaian transparan.
Bertemankan cermin
Bercengkrama dengan sepoi dingin
Dibalut tipisnya kain satin
Mulai memburu kelamin
Demi puaskan hasrat batin.
Tak peduli akan Tuhan Maha Pengampun
Bertelanjang bulat luruhkan gaun
Menggumuli daun muda bahkan tua bangka pikun.
Pagi menjelang, mentari pun menantang
Si jalang beranjak pulang kandang
Dan kembali berteman bimbang
Sungguh malang.
Yogyakarta, 111210
tresna ps.
December25
Aku ingin bahagaia
bukan dalam ruang maya
bukan seperti suara dalam radio
bukan juga perputaran kipas angin.
Aku ingin bahagia
tersenyum,,
tiap kubuka kelopak mata
terbahak,,
saat kujejakkan langkah
terhibur,,
kala ku berbaur dengan dunia.
Aku ingin bahagia
layaknya bidadari kayangan
semburkan pelangi ragawi
tanpa peluh sudut mata
tanpa kerut alis dalam sedan
tanpa layu mawar tersapu angin.
Aku ingin bahagia
hanya ingin bahagia.
Yogyakarta,
130308
tresna ps.
December25
Inikah hidup…..?
Terkadang tak seperti persetujuanku
Seperti inikah takdir…..?
Kegetirannya terus merasuk
Tanpa aku inginkan
Namun, nyata hadirnya
Meski letih harapkan kepergian pahitnya
Tak kunjung sirna…
Apa aku terlalu rendah???
Semuanya seakan menari
Kelilingi jasad lusuhku
Kerumuni roh mayaku…
Tiada berizin…
Tiada pamit…
Mengkhwatirkan
Tanpa perduli.
Karangsirna,
rabu 10 Agustus ‘05
Tresna ps.
December25
Mendung itu datang menyelimutiku saat aku hampir tiba di tujuan,
gulita buatku samar atas apa yang harus kuperbuat,
sadarku tlah masuki episode baru untuk sejenak.
Masa kecilku, masa pahitku, kehidupan yang tlah tumbuhkanku dalam kungkungan pelbagai patokan &wacana label semata.
Acapkali terlintas di benakku roh bisik menelisik agar ku kembali
dan memutar arah tuk raih jalan lain,
tapi perlahan mendung sirna hingga kudapati dihadapanku terbentang jurang
di ujung jalan hingar bingar berpadu kesunyian buatku terpaku…
terhenyak.
Perjalananku trlanjur jauh…
energiku kian terkuras,
perbekalanku hampir habis,
sedangkan usiaku tinggal menunggu lepas…
yang kuingin sekarang hanya keajaiban
muncul dua sayap melekat di tubuhku layaknya malaikat alam maya.
Agar aku mampu lewati
dan tuntaskan perjalanan semu hingga kuraih asaku.
Kelapa Gading,
06 Juni ‘05
Tresna ps.
December25
Persendian menyusut
Berulang menggerayangi hasrat
Menggugah goncangan hebat
Membentur secercah belas kasih
Tuai serat pekat
Menggelitik peluh lelah
Santunpun jauh berlalu
Memacu ruang bara
Tepis sepoi gemulai lekat
Putar haluan ke lembah badai
Hisap debu gerutu
Semburkan petir gontai
Semburat merah mengungkung jenuh
Tebarkan aroma jengah
Gali timbunan sesat
Goreskan pena bak petuah dendam
Sejengkal jalan berjuta duri
Terikat putaran mati
Yogyakarta,
22 pebruari ‘06
Tresna ps.
10.40 PM