Puisi Tresna

Kumpulan Puisi Hatiku

Sepiku Tanpa Lingkar Pelukmu (Ibu)

March12

Tuhan, sampaikan rinduku untuknya

beritahu dia, aku butuh satu kecup saja.

Tahukah dia, sepiku di sini

menikmati purnama sendiri.

bagai kayu yang merindukan hangat bara api.

Nanar mataku tak lepas dari wajahmu

yang hanya diam dalam bingkai kayu jati.

hanya aku yang bisa mengelus pipimu di gambar itu

tanpa balas yang kuharap bertaun lampau.

Ibu,,

Kenangan yang kau tinggalkan

kini bersimpul mati dalam ingatan

aku hanya mampu sembunyikan nyeri di bawah bantalku

tanpa seorangpun tahu.

Ibu,,

tangisku bukanlah kepedihan

itu hanya ungkapan kerinduan

yang mengental dalam jiwa juga pikiran

dan tiap butirnya adalah doa penghangat gigilmu

dalam dekapan Tuhan.

Tak bosan kupandangi rembulan

ia merekah bulat mengembang

sekilas tergambar paras ayumu

hangatkan selaput hati rapuhku.

Ibu,,

Dekap aku dan biarkan aku menangis di pelukmu tanpa jeda

sekalipun itu hanya dalam mimpi malamku

ya, kita memang hanya berkomunikasi lewat doa

hanya itu jalanku satu-satunya

sampaikan rinduyang mengakar di dada.

Yogyakarta, 12 Maret 2011

tresna.

posted under Bunda | No Comments »

Pojok Ruang Kecil

December25

Sunyi tak biasa

sepi, sangat sepi

dingin, begitu dingin

semua alunan kehilangan

mengiringi polosnya raga

gariskan melankolia cengengnya malam

Kangen mama,,

banget.

dekapan hangat

pangkuan erat

sentuhan lembut

hingga terlelap

lupa akan semua jaring kusut

dalam langkah.

Lihatlah teman,

aku iri..

Tengoklah kawan,

hatiku berontak..

mengharap hangatnya yang tlah usang.

Laku kalian torehkan luka dalam

sangat dalam..

tawa kalian ciptakan kelu di bibirku

hingga rasa ini makin penuh

tak terbendung

tak tertahankan

tak sisakan rongga.

Adakah di sana tau??

bahwa gerimisku tlah berubah hujan

karna tak sanggup menampung awan mendung

di tiap penghujung.

Yogyakarta,

201009

10:29 PM

tresna ps.

posted under Bunda | No Comments »

Teruntuk papa,,

December25

Adalah engkau berpeluh tanpa keluh

Langkah gontai sleimuti lapukmu

Beralaskan pekatnya butiran yang tak lagi ramah

Tak berhasrat mengundurkan diri

Berpayung terik beringin kuning keemasan

Tanpa berkesudahan

Badai lembut kerap kali menyapu jasadmu

Dalam kokohmu tiada bergeming

Dahsyat…

dan fana sementera pun seolah tunduk

Bersandarkan kerangkeng penuh kejam

Kau pacu tameng malaikat

Dilema rantai keriput seonggok mekarmu

Lebur dalam pacuan himpitan geram

Hantaman senja menggeluti masa rebahmu

Tak ayal gerogoti lepasmu

Disini mencerca,

disana terbuka bangga

Kian melambung ke awan

Justru menjurus ke alam

Memang disini rendah tak berbudi

Namun disana berpalingpun enggan

Pantaslah bila lutut tergadai

Hadapi gado-gado petuahmu…..

Yogyakarta,

kamis,

29 September ‘05

Tresna ps.

posted under Bunda | No Comments »

Kerinduan

December25

Kamis, 16 Februari ‘05

Malam ini begitu dalamnya aku mengingat dia

sampai  tak tau bagaimana caranya

membendung air mata yang semakin deras,

semua kenangan yang kulewati dengannya

semenjak kecil hingga Kau mengambilnya,

makin lekat di benakku

seolah semuanya menari di hadapan jiwaku

yang kurasa rapuh tanpa kehadirannya dalam hariku.

Malam ini aku ingin bersamanya,

sungguh ingin tidur dalam pelukan kasihnya

yang lama tak kurasa

dan takan mungkin kurasa lagi,

Tuhan…

Ampuni dosanya…

tempatkan dia di sisi -Mu…

Amin.

Yogyakarta,

Tresna  ps.

Sunyi.

posted under Bunda | No Comments »