Puisi Tresna

Kumpulan Puisi Hatiku

Sepiku Tanpa Lingkar Pelukmu (Ibu)

March12

Tuhan, sampaikan rinduku untuknya

beritahu dia, aku butuh satu kecup saja.

Tahukah dia, sepiku di sini

menikmati purnama sendiri.

bagai kayu yang merindukan hangat bara api.

Nanar mataku tak lepas dari wajahmu

yang hanya diam dalam bingkai kayu jati.

hanya aku yang bisa mengelus pipimu di gambar itu

tanpa balas yang kuharap bertaun lampau.

Ibu,,

Kenangan yang kau tinggalkan

kini bersimpul mati dalam ingatan

aku hanya mampu sembunyikan nyeri di bawah bantalku

tanpa seorangpun tahu.

Ibu,,

tangisku bukanlah kepedihan

itu hanya ungkapan kerinduan

yang mengental dalam jiwa juga pikiran

dan tiap butirnya adalah doa penghangat gigilmu

dalam dekapan Tuhan.

Tak bosan kupandangi rembulan

ia merekah bulat mengembang

sekilas tergambar paras ayumu

hangatkan selaput hati rapuhku.

Ibu,,

Dekap aku dan biarkan aku menangis di pelukmu tanpa jeda

sekalipun itu hanya dalam mimpi malamku

ya, kita memang hanya berkomunikasi lewat doa

hanya itu jalanku satu-satunya

sampaikan rinduyang mengakar di dada.

Yogyakarta, 12 Maret 2011

tresna.

posted under Bunda

Email will not be published

Website example

Your Comment: