Sepiku Tanpa Lingkar Pelukmu (Ibu)
Tuhan, sampaikan rinduku untuknya
beritahu dia, aku butuh satu kecup saja.
Tahukah dia, sepiku di sini
menikmati purnama sendiri.
bagai kayu yang merindukan hangat bara api.
Nanar mataku tak lepas dari wajahmu
yang hanya diam dalam bingkai kayu jati.
hanya aku yang bisa mengelus pipimu di gambar itu
tanpa balas yang kuharap bertaun lampau.
Ibu,,
Kenangan yang kau tinggalkan
kini bersimpul mati dalam ingatan
aku hanya mampu sembunyikan nyeri di bawah bantalku
tanpa seorangpun tahu.
Ibu,,
tangisku bukanlah kepedihan
itu hanya ungkapan kerinduan
yang mengental dalam jiwa juga pikiran
dan tiap butirnya adalah doa penghangat gigilmu
dalam dekapan Tuhan.
Tak bosan kupandangi rembulan
ia merekah bulat mengembang
sekilas tergambar paras ayumu
hangatkan selaput hati rapuhku.
Ibu,,
Dekap aku dan biarkan aku menangis di pelukmu tanpa jeda
sekalipun itu hanya dalam mimpi malamku
ya, kita memang hanya berkomunikasi lewat doa
hanya itu jalanku satu-satunya
sampaikan rinduyang mengakar di dada.
Yogyakarta, 12 Maret 2011
tresna.