Puisi Tresna

Kumpulan Puisi Hatiku

Penantian

December13

Makhluk tercecer jarang

Berselimutkan dingin malam

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7…

Itulah hitungan wujud

Yang mendiami tikar bambu anyam.

Sementara,

Jariku menari kian kemari

Berdiam dan kadang mendesirkan hela nafas.

Lima wajan abu puntung

Hanya ternganga tanpa noda.

Terkantuk, iya!

Kesal, semoga tidak!

Pegal dan urat syaraf tegang, sangat!

Berpasang mata tertuju padaku

Sayu, kusut menggelayuti paras para tetua

Pekat teh wangi tersaji

Menusuk sembilu penciuman

Kaki-kaki gelisah mulai menari pelan

Seonggok santapan siap lumat menyilaukan.

Kesal yang tak kuharapakan menggerogoti

Akhirnya sudah titi mulai (ganti pena/penulis habis tinta)

Pita suara berdengung, berputar menjadi-jadi

Disela gelak tawa terpaksa

Dan aku menuntaskan tulisanku.

Bantul, Sidomulyo (Yk), 020808

tresna ps.

(Kenangan KKN, nungguin para Bapak peternak datang).

posted under Kenangan

Email will not be published

Website example

Your Comment: